Pansus DPRD Kota Kupang Kunjungi SMPK Giovanni Cek Kebermanfaatan Bantuan Seragam Pemkot

GivansJHS – Pansus DPRD Kota Kupang turun melakukan uji petik di SMP Katolik Giovanni Kupang, Kamis (10/6) siang. Kehadiran wakil rakyat Kota Kupang tersebut terkait bantuan seragam sekolah dari Pemerintah Kota bagi peserta didik di sekolah itu.

Kegiatan Uji Petik yang berlangsung tepat pukul 12.58 Wita itu dipimpin Ketua Pansus DPRD Kota Kupang Telendmark Daud.

Tim Pansus diterima, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Dumul Djami, Kepala SMP Giovanni Kupang Kornelis Seran Nahak, bersama beberapa stafnya.

Sebanyak 183 Siswa-siswi SMP Katolik Giovanni Kupang menerima bantuan pakaian seragam dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang pada tahun anggaran 2020. Sedangkan tujuh orang siswa di sekolah tersebut hingga saat ini belum berkesempatan datang untuk menerima bantuan itu.

Telendmark Daud, pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa kedatangan mereka untuk melihat langsung dan mengetahui pola perindustrian Seragam sekolah di SMP Giovanni Kupang.

Kepala SMP Giovanni Kupang Kornelis Seran Nahak menyampaikan, jumlah siswa-siswi SMP Giovanni pada tahun 2020 sebanyak 190 siswa yang sudah mendapat pembagian seragam Sekolah pada tanggal 7 November 2020. Namun dari jumlah tersebut, tujuh orang siswa belum mengambil seragam tersebut.

“Semua sudah ambil, tapi sampai saat ini ada tujuh orang yang belum ambil seragamnya,” ungkapnya.

Baginya, Bantuan seragam sekolah sangat membantu para siswa-siswinya karena tepat sasaran.

“Ya sangat membantu, siswa Sangat senang saat terima. Orangtua juga senang. Yang mereka terima itu terdiri dari Seragam Sekolah, 190 pak buku tulis dengan tas juga,” tambahnya.

Senada dengan itu, salah satu guru SMPK Giovanni, Agung Hermanus Riwu menyatakan bahwa bantuan yang diberikan Pemkot tepat sasaran dan tepat guna.

“Peserta didik di SMPK Giovanni berasal dari latar belakang yang beragam, termasuk latar belakang pekerjaan orang tua. Ada tiga kategori pembiayaan pendidikan di SMPK Giovanni, pertama untuk golongan orang tua berpenghasilan tinggi, kedua menengah dan ketiga rendah,”

“Jadi bantuan itu diproriataskan bagi peserta didik yang berada pada kategori tiga, selebihnya baru disalurkan ke kategori dua dan satu,” kata Agung.

Dia juga menegaskan, dari sisi kebermanfaatan, seragam itu efektif bagi para peserta didik.

“Sekolah kami menerapkan pembelajaran tatap muka menggunakan produk-produk digital semisal Zoom Meeting atau Google Meet dan guru mewajibkan peserta didik menggunakan seragam. Memang kebermanfaatan mungkin tidak 100 persen, tetapi 70 sampai 80 persen tercapai lah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agung juga memberi usulan agar para anggota dewan memperjuangkan peningkatan fasilitas sekolah seperti wifi berkekuatan tinggi untuk pemperlancar pembelajaran juga anggaran untuk peningkatan kualitas serta kompetensi guru Kota Kupang.