SMPK Giovanni Gelar Raker Persiapkan PTM Terbatas

GivansJHS – SMP Katolik Giovanni Kupang menggelar rapat kerja (Raker) tahun 2021/2022. Raker tersebut diikuti para guru dan tenaga kependidikan (tendik) dengan mengusung tema “Membangkitkan Semangat dan Spiritualitas Panggilan di Masa Pandemi COVID-19.”

Rapat Kerja yang dihelat mulai 14 Juli hingga 16 Juli 2021 itu, dihadiri dan dibuka oleh Sekretaris Eksekutif Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang, RD. Arkadius Yali Manek. Sedangkan narasumber yang dihadirkan yakni Pengawas Sekolah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Daud Lawa, S.Pd, M.Pd.

Pada acara pembukaan, Kepala SMPK Giovanni Kupang, Kornelis Seran Nahak, S.Pd, M.Hum mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan Raker adalah mempersiapkan sekaligus menguatkan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan di lembaga tersebut untuk menghadapi pembelajaran tatap muka  (PTM) terbatas yang rencananya akan dimulai pada tahun ajaran 2021/2022.

Ia menyatakan bahwa dari segi fasilitas, SMPK Giovanni telah menyiapkan berbagai kelengkapan sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah dan telah melalui proses verifiksi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Dari hasil pemeriksaan tersebut, lembaga pendidikan tersebut dinyatakan layak untuk memulai PTM terbatas.

Namun, Kornelis menegaskan bahwa selain mempersiapkan kelengkapan protokol kesehatan sekolah, penguatan kapasitas guru juga menjadi hal yang utama. Menurutnya, tantangan pandemi Covid-19 telah mengubah sistem penyelenggaraan pendidikan sehingga guru pun dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada.

“Menghadapi situasi yang sulit saat ini, kita mempersiapkan banyak hal. Fasilitas prokes sekolah sudah dinyatakan layak oleh pemerintah melalui dinas pendidikan. Namun kita juga harus memperkaya diri sebagai guru, dengan berbagai keterampilan dan kemampuan untuk tetap efektif dan efisien menjalankan pembelajaran di tengah pandemi,” ungkapnya.

Dirinya berpesan, agar seluruh pendidik dan tenaga kependidikan SMPK Giovanni mengikuti Raker dengan serius untuk merefleksi juga menimba ilmu, informasi serta pengetahuan agar siap menjalankan aktivitas pembelajaran di tahun pelajaran yang baru.

Senada dengan itu, Sekretaris Eksekutif Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang, RD. Arkadius Yali Manek mengatakan bahwa seluruh perangkat sekolah wajib mempersiapkan diri menghadapi situasi sulit karena pandemi Covid-19 memberikan tantangan yang sangat besar.

“Pemerintah merencanakan pelaksanaan PTM terbatas dimulai bulan Juli 2021, Namun itu pun belum pasti karena jumlah kasus Covid-19 semakin meningkat dari hari ke hari. Ini tentu memberikan tantangan. Jika guru tidak mempersiapkan pembelajaran dengan baik maka bangsa ini akan kehilangan beberapa generasi yang tidak menikmati pendidikan secara efektif,” ungkap Romo yang karib disapa Arki.

Ia berharap melalui Raker, guru dan pegawai SMPK Giovanni mampu menemukan langkah startegis yang solutif, mampu merancang pembelajaran secara kreatif dan penuh inovasi menggunakan bermacam-macam produk digital dengan tidak meninggalkan hal-hak esensial dari pendidikan.