SMPK Giovanni Sukses Laksanakan ANBK, Bunda Maria : Asesmen Bertujuan Mengukur Kualitas Pendidikan

GivansJHS – Sebanyak 50 orang peserta didik kelas VIII (delapan) Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Giovanni Kupang mengikuti kegiatan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang berlangsung selama dua hari, sejak Senin-Selasa, 11-12/10/2021.

Kegiatan yang terlaksana dengan menerapkan aturan protokoler kesehatan ketat, dibagi dalam dua sesi.

Pada hari pertama, sesi satu dimulai pukul 07.30 hingga 09.40 waktu indonesia tengah (WITA) dan sesi dua berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.10. Setiap sesi diawali dengan latihan, uji kemampuan literasi membaca dan survey karakter.

Pada hari kedua, prosedur yang sama kembali diterapkan. Bedanya, kompetensi yang diuji adalah kemampuan numerasi.  Terpantau kegiatan ANBK berjalan dengan baik dan lancar.

Kordinator ANBK SMPK Giovanni Kupang, Diana Dolfina Ratuhalin, ST.,menjelaskan bahwa kelancaran pelaksanaan ANBK tidak lepas dari berbagai persiapan yang telah dilakukan sekolah.

“Jumlah peserta kami sebanyak 50 orang dan dibagi dalam dua sesi. Untuk hari pertama dan kedua, semua berjalan dengan lancar dan sukses. Anak-anak sudah dilatih melalui simulasi pada Selasa (31/8/2021) dan geladi ANBK yang dilaksanakan pada Rabu-Kamis (15- 16/9/2021) lalu,” ujar Diana.

Lanjut Diana, sejatinya ANBK dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober 2021, namun terdapat kendala yaitu saat sinkronisasi awal dan pelaksanaannya terhambat disebabkan oleh jaringan yang tidak stabil ditambah gangguan pada server pusat.

Ia mengaku bahwa selama kegiatan berlangsung tidak ada kendala dari segi fasilitas, karena SMPK Giovanni memiliki laboratorium komputer, lengkap dengan server. Namun beberapa peserta didik tetap diminta membawa leptop untuk mengantisipasi adanya eror atau kerusakan.

Peserta Didik Merasa Tertantang dan Bangga

Peserta ANBK, Vichy Clasy Putri mengungkapkan bahwa dirinya merasa tertantang mengikuti asesmen. Salah satu alasannya adalah soal yang disajikan dalam ANBK sangat bervariatif.

“ANBK terdiri dari ragam soal. Ada pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, jawaban singkat dan uraian. Itu memberikan tantangan tersendiri karena membutuhkan analisa,” ucapnya.

Meski memberi tantangan, Vichy meyakini bahwa ragam soal tersebut dapat melatih peserta didik memiliki keterampilan berpikir kritis dan kreatif.

Sementara itu, peserta ANBK lainnya, Bunda Maria Seluru merasa bangga boleh menjadi bagian dari pelaksanaan ANBK.

“Saya bangga karena termasuk dalam peserta yang ditentukan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Setelahnya, kami dibimbing selama satu bulan untuk memperkuat kemampuan literasi membaca dan numerasi,” kata Bunda Maria.

Selain mengukur kemampuan kecakapan peserta didik mengenai literasi membaca dan numerasi, menurut Bunda Maria, ANBK juga bertujuan mengukur kualitas pendidikan di suatu sekolah.

“Asesmen yang kami jalankan, juga hendak mengukur kualitas pendidikan di sekolah. Sehingga kami secara sungguh mengikuti bimbingan dan mempersiapkan diri dengan baik. Karena hasil dari pekerjaan kami, menentukan tingkat kualitas pendidikan di sekolah kami,”ucapnya.