Cerita Anak : Puteri Duyung dan Ayam Jantan (Karya Peserta Didik)

Penulis : GIBRAN MBULU, Peserta Didik 8A SMPK Giovanni Kupang

Pada jaman dahulu hiduplah seorang puteri kerajaan yang bernama Gabriela. Dia adalah puteri yang sangat manja kepada ayah dan ibunya. Pada suatu ketika, Gabriela mengajukan permintaan untuk dicarikan kekasih untuknya. Setelah mendengar permintaan anaknya, Raja pun mengumpulkan semua warga desa dan berkata,

“Hai kalian semua warga desa, carikanlah seorang lelaki untuk menjadi pasangan puteriku.”

Semua warga kebingungan dengan perkataan sang Raja. Lewat beberapa minggu, salah satu warga menyampaikan pada Raja bahwa pasangan untuk Sang Puteri sudah ditemukan. Ia berada di negeri seberang.

Mendengar ucapan dari warga tersebut, Raja  langsung mengatakan pada anaknya bahwa pasangannya sudah ditemukan. Gabriela sangat senang mendengar kabar baik itu.

Tanpa berlama-lama lagi, Gabriela ingin langsung bergegas untuk manghampiri pasangannya di negeri seberang. Sebelum ia pergi, Raja memberikan sekotak emas dan satu ekor ayam jantan. Gabriela menerima pemberian ayahnya dan langsung bergegas. Ia ditemani oleh kedua pengawal kerajaan.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba saja muncul hujan yang sangat deras juga disertai angin yang sangat kencang. Kapal yang ditumpangi Gabriela terombang-ambing di tengah lautan dan menabrak sebuah karang yang besar. Kapal itu hancur hingga membuat Gabriela bersama kedua pengawalnya tenggelam bersama ayam jantan.

Tetapi seorang Puteri Duyung tiba-tiba datang menyelamtkannya dan ayam jantan. Gabriela dibawa ke dasar lautan dan diberi kerang yang dapat membuat manusia biasa bisa bernafas di bawah air.

Ketika sudah sadar, Gabriela kaget karena ia masih hidup. Putri Duyung pun datang untuk membuat kesepakatan. Kesepakatannya adalah apabila ia ingin kembali ke daratan, maka orang yang ia cinta dan cari tidak akan mencintainya, atau ayam jantan yang kembali ke daratan dan ia menjadi seorang Puteri Duyung di dunia bawah laut.

Karena tidak ada pilihan lain, Gabriela memilih untuk menetap di dasar laut dan menjadi Puteri Duyung. Setelah mendengar pilihan dari Gabriela, Putri Duyung pun mengantar ayam jantan itu ke daratan.

Saat ayam jantan itu sadar, ia pun mencari Gabriela ke mana-mana. Karena tidak menjumpai Sang Puteri, ayam jantan pun menangis sambil berkokok, “kukuriu kukuriu”, yang artinya, “Tuan Putri kembalilah”.

Sudah selesai teman teman,

Karena hal tersebut, setiap ayam jantan selalu berkokok setiap pagi dan tengah malam.

GIBRAN MBULU, Peserta Didik 8A SMPK Giovanni Kupang